Inilah Sosok Jendral Yang Kerap Cium Tangan Pedagang Tua, Disabilitas Dan Jadi Tukang Gali Kubur

by
Berita   935 views

Sosok Jendral Yang Kerap Cium Tangan Pedagang Tua – yakni Irjen Umar Septono tidak sedikit menjadi pembicaraan masyarakat lantaran aksi-aksinya yang terbilang tak biasa. Polisi berusia 55 tahun itu tidak sedikit disebut menarik dan humanis oleh masyarakat.

Tahun 2017 lalu, polisi kelahiran Purbalingga itu resmi menjabat sebagai Kapolda Sulsel. Sebelumnya, ia terdaftar pernah menjabat sebagai Kapolda NTB periode 2013-2015 dan lantas menjadi Kakorsabhara Baharkam Polri tahun 2015.

Umar Septono Cium Tangan Nenek Disabilitas di Pasar

Umar Septono dan seorang nenek (Foto: Instagram @polisi_indonesia)

Sebagai seorang polisi, Umar Septono familiar dekat dengan masyarakat. Ia biasa dekat dengan masyarakat ruang belajar bawah yang menjalani hidup dalam keterbatasan.

Di samping kedekatannya itu, Umar Septono pun tercatat pernah mengapresiasi anggotanya yang berkontribusi pada masyarakat. Sekalipun ia pernah menjadi “korban” dari ketegasan anggotanya, ia tak membubuhkan dendam ataupun menghukum anggotanya.

Irjen Pol Drs Umar Septono saat menjadi Kapolda NTB

Irjen Pol Drs Umar Septono saat menjadi Kapolda NTB

Hal itulah yang menciptakan sosok Umar Septono patut dijadikan teladan. Berikut kumparan (kumparan.com) mencakup 5 aksi Umar Septono yang patut dijadikan teladan.

1. Irjen Pol Umar Septono Suapi Tuna Netra Di Pantai Losari

Pada seorang tuna netra yang sedang berlangsung sendirian, seketika tersebut juga umar septono langsung menyapa dan menyuruh bercerita sampai menyuapi makanan secara langsung untuk seorang tuna netra, layaknya seorang kawan Nabi Umar Bin Khatab.

Irjen Pol Umar Septono Suapi Tuna Netra Di Pantai Losari

Image Source radaronline.id

Saat menyuapi tuna netra itu, Kapolda Sulsel menjadi pusat perhatian, seluruh mata memandang** ke arah orang nomor satu di kepolisian Daerah Sulawesi Selatan ini, tergolong Wakapolda Sulsel beserta Pejabat Utama Polda Sulsel, personil Polda Sulsel Makassar Raya beserta 200 petugas kesucian Kota Makassar.

Bahkan saat pamit, Irjen Umar menghirup tangannya, sebagai tanda hormat dari seorang jendral untuk seorang yang berada di uji lebih banyak oleh Allah SWT.

“Saya bekerja guna masyarakat. Saya diserahkan tugas untuk mengayomi dan melindungi masyarakat, bukan melayani pimpinan,” ujarnya seraya berlalu.

BACA JUGA  Benarkah Prabowo Pilih Cawapres Sandiaga Uno Karena Ini..?

2. Irjen Pol Umar Septono Jenguk dan Cium Tangan Anggotanya Yang Sakit

Di dalam potret yang pun diunggah laman Tribratanewspoldasulsel.com tampak Umar Septono, tanpa sungkan menghirup tangan Roby Marvon.

Kapolda Sulsel Jenguk dan Cium Tangan Anggotanya Yang Sakit

Image Source online24jam.com

“Saya punya amanah untuk mengayomi anggota dan keluarganya yang lemah atau terpapar musibah, kecelakaan, sakit dan beda sebagainya. Saya turun tangan sendiri, sampai-sampai tahu solusinya apa yang harus saya lakukan” Ujar Umar.

Selain menghirup tangan Roby Marvon, Umar Septono pun memberikan semangat dan menyampaikan supaya Roby tetap tabah dan powerful menghadapi cobaan yang diserahkan Allah. Karena ALLAH SWT menyerahkan ujian untuk hambanya yang bertaqwa kepadaNya.

3. Irjen Pol Umar Septono Memungut sampah Yang Berserak Di jalan

Jelang Natal dan tahun baru 2018 lalu, Umar Septono menyelenggarakan inspeksi seketika ke sekian banyak pasar di Kota Makassar. Di antara pasar yang ia kunjungi ialah Pasar Terong.

Di Pasar Terong, Umar mendatangi sejumlah sampah berserakan di jalan yang ia lalui. Ia pun lantas memungut sampah itu tanpa tidak banyak pun rasa malu.

Berdasarkan keterangan dari Umar, sampah-sampah itu haruslah dipungut supaya pasar tidak kotor.

4. Irjen Pol Umar Septono Memuliakan Penyandang Disabilitas

Pada sebuah hari, Umar Septono mengemban salat berjemaah di Masjid Anny Mujahidah di Kelurahan Parang Tambung, Makassar. Selepas salat, Umar lalu mendekat seorang bocah disabilitas. Ia juga langsung menghirup tangan anak itu. Bocah berbaju putih itu kaget menyaksikan aksi Umar Septono. Begitu juga dengan penduduk yang sedang di lokasi, mereka diciptakan heran dengan aksi Umar Septono.

Berdasarkan keterangan dari Kapolda Sulsel itu, orang dengan keterbatasan mempunyai derajat lebih tinggi daripada dia di hadapan Tuhan. Ia juga mengapresiasi kesalehan anak itu yang tak tak sempat beribadah untuk Tuhan.

5. Pol Umar Septono Gali liang lahat istri anggotanya yang meninggal

Pada sebuah hari, masih dengan seragam dinas dan suatu kopiah hitam di kepalanya, Umar Septono berjalan mengarah ke sebuah pemakaman. Dengan satu sekop di tangannya, ia mulai menginjak liang lahat dan mencari tanah.

Jenderal Bintang Dua Ikut Gali Kubur untuk Jenazah Pegawai

Kapolda Sulses Irjen Umar Septono (Facebook/Sabhara Polrestakalar)

Penggalian itu ia kerjakan bukan guna keluarganya. Ia sukarela mencari kubur guna PNS di Polda Sulsel yang sekaligus adalahistri personel Polda Sulsel, Aiptu Sudarto.

BACA JUGA  Kerap Dimintai Kertas Saat Ujian Trik Remaja ini Viral Di Medsos, Caranya Dianggap Cerdas

Sejumlah tumpukan tanah sukses ia naikkan. Ia tak berhenti walau hitamnya tanah mencemari seragamnya itu.

Jenderal Ikut Gali Kubur untuk Jenazah Pegawai

Image Source dream.co.id

Beberapa orang yang berada di tempat sempat kaget menyaksikan aksi Umar Septono. Mereka menanyakan kenapa Kapolda Sulsel tersebut mau turun tangan mencari kubur jenazah istri anggotanya.

6. Cium Tangan Nenek Disabilitas di Pasar

Pada sebuah saat, Umar Septono tengah berangjangsana ke Pasar Terong di Makassar untuk mengawasi harga keperluan pokok. Dalam perjalanannya kala itu, Umar mendapati sosok ibu tanpa kaki sedang meminta-minta di sekitaran pasar.

Jenderal Bintang Dua Cium Tangan Nenek Disabilitas di Pasar

Umar lantas bergegas mengunjungi ibu-ibu tersebut. Ia lalu menghirup tangan peminta-minta itu.
Aksi Umar itu sontak menciptakan kaget ratusan saudagar dan pengunjung pasar yang ada ketika itu. Sebelumnya, Umar pun pernah mengerjakan aksi serupa.

7. Apresiasi Anggota yang stop kendaraannya saat bertugas

Pada Desember 2017 lalu, mobil dinas Umar Septono pernah distop oleh Polantas Polsek Mariso Bripka Arby Isnal ketika tengah melaju. Bripka Arby menyetop mobil Kapolda Sulsel lantaran hendak memberi ruang jalan untuk ibu-ibu yang berkeinginan menyeberang.

Apresiasi anggota yang stop kendaraannya

Bripka Arby tak memahami bahwa mobil yang ia stop ialah kendaraan kepunyaan Umar Septono. Kala itu, tak terdapat pengawalan khusus guna Umar Septono.

Meskipun dibebastugaskan oleh anggotanya sendiri ketika melaju, Umar Septono malah mengapresiasi urusan itu. Ia menyerahkan penghargaan pada anggota Polantas yang sudah melayani masyarakat dengan baik tersebut.

Penghargaan ia berikan ketika apel pagi di Polda Sulsel. Saat itu, terekam Umar Septono memuji aksi Bripka Arby di hadapan jajaran kepolisian lainnya Meski pada tadinya ia sempat dinamakan bagaimana bila  dimutasi, tapi seluruh itu melulu bagian dari teknik Umar Septono menguji kesetiaan anggotanya untuk masyarakat.