Menteri Keuangan Sri Mulyani Naikkan Pajak Sabun, Shampo, Alat Masak, Hingga Barang Mewah

by
Berita   484 views

Menteri Keuangan Sri Mulyani Naikkan Pajak – Pemerintah memutuskan besaran nilai Pajak Penghasilan (PPh) impor sampai sebesar 10 persen pada 1.147 pos tarif. Penyesuaian tarif PPh ini adalah strategi pemerintah untuk mengurangi defisit neraca perdagangan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada 1.147 pos tarif yang disesuaikan, dimulai dari barang – barang keseharian seperti shampo dan kosmetik, sampai barang-barang mewah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Naikkan Pajak

Sri Mulyani Indrawati mengatakan 1.147 pos tarif terbagi menjadi 3 kelompok barang. Yang pertama, 210 item barang dimana tarif PPh naik dari 7,5 persen menjadi 10 persen. Kebijakan ini berlaku guna barang mewah laksana mobil CBU (completely built up) dan motor besar.

Lalu, dikelompok kedua terdapat 218 item barang yang tarif PPh-nya dinaikkan dari 2,5 persen menjadi 10 persen. Ini berlaku untuk semua barang konsumsi yang mayoritas telah bisa diproduksi di dalam negeri.

“Berikut contoh barang elektronik yakni seperti dispenser, AC ruangan dan lampu. Juga kebutuhan sehari-hari laksana sabun, sampo, dan kosmetik, serta perlengkapan masak atau dapur pun termasuk,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi persnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5 September).

BACA JUGA  Sudah Lebih 95% Posisi Rupiah Di Portfolio Sandiaga Uno Setelah Aksi Simbolis Tukar Dollarnya Ke Rupiah

Golongan ketiga yakni ada 719 item barang yang tarif PPh naik dari 2,5 persen menjadi 7,5 persen. Ini berlaku guna barang yang dipakai dalam proses konsumsi dan kebutuhan Iainnya. Contohnya, bahan bangunan laksana keramik, perlengkapan elektronik audio-visual laksana kabel, box speaker, overcoat, polo shirt, swim wear.

Tahun lalu, dikatakan oleh Sri Mulyani, nilai impor borongan dari 1.147 item barang ini menjangkau USD 6,6 miliar. Akan tetapi, di tahun ini angka impornya sudah menjangkau USD 5 miliar (sampai dengan bulan Agustus 2018). Penyesuaian tarif PPh 22 ini diharapkan dapat menyelamatkan nilai tukar rupiah yang terpuruk terhadap dollar.

Di samping 3 kelompok ini, terdapat 57 pos tarif yang mana tarif impor PPh-nya masih tetap yaitu 2,5 persen. Di sektor ini, barang yang diimpor ialah bahan baku yang dominan besar pada perkembangan ekonomi.

“Karena kumpulan 57 tersebut PPh-nya tetap ialah barang-barangnya yang mempunyai peranan besar guna poskan bahan baku dan mengawal pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan sebagian tidak sedikit dikonsumsi,” lanjut Menteri Keuangan.

BACA JUGA  Kerap Dimintai Kertas Saat Ujian Trik Remaja ini Viral Di Medsos, Caranya Dianggap Cerdas

Revisi PMK ini, kata Sri Mulyani, telah ditandatangani tadi pagi dan bakal diterbitkan segera. Menteri Keuangan bilang ini adalah tindakan pemerintah guna merespons cepat dalam situasi ekonomi global pada saat sekarang ini.