Laris Manis! Kopi Indonesia Laku Rp 369 Miliar di Pameran AS

by
Berita International   55 views

Melalui Kementerian Pertanian (Kementan) Pemerintah Indonesia berhasil menembus pasar dunia untuk perdagangan kopi spesial. Hal tersebut terjadi pada sebuah rangkaian acara Global Coffee Specialty Expo yang digelar selama 3 hari di Boston, Amerika Serikat.

“Rangkaian ini membawa Indonesia mencapai transaksi sebesar US$ 26,3 juta (Rp 369 miliar) khusus untuk kopi spesial,” ujar Atase Pertanian Washington, Hari Edi Soekirno, dalam keterangan tertulis, hari Rabu (15/5/2019).

Kopi Indonesia Laku Rp 360 M di Pameran AS

World Brewers Championship adalah kompetisi bergengsi yang memamerkan kerajinan dan keterampilan menyaring kopi menggunakan tangan, bahkan para kontestan yang datang dari seluruh dunia. Sedangkan World Barista Championship adalah kejuaraan Barista Dunia yang diselenggarakan oleh Acara Kopi Dunia setiap tahun.

Sedikitnya ada sekitar 13 ribu pengunjung dari total 75 negara peserta yang mengikuti acara tersebut. Indonesia sendiri mengirimkan 7 perwakilan, masing-masing dari Santiang Exports ,CV Gayo Mandiri, Meukat Komoditi Gayo , Upnormal Coffee Roastery , PTPN XII, Gayo Bedetak Nusantara, serta Tentera Coffee Roasters.

“Dalam kesempatan ini Indonesia juga mengikuti kejuaraan World Brewers Championship dan World Barista Championship,” ucap Hari Edi Soekirno .

BACA JUGA  Pesilat Hanifan Bersama Prabowo Dan Jokowi Berpelukan Dalam Balutan Merah Putih

“Di sana, Attani beserta staf juga hadir dan berkolaborasi dengan pihak Atdag, ITPC dan KJRI. Kami melakukan berbagai kegiatan promosi komoditas kopi spesial kepada publik Amerika dan internasional,” ungkap Hari Edi Soekirno .

Dijelaskan lebih lanjut, bahwa secara global seluruh rangkaian acara itu fokus pada kepedulian penggunaan moneter pada isu lingkungan hidup dan fair trade. Dalam pembahasannya dikemukakan bahwa semua pihak perlu berinvestasi pada infrastruktur untuk menumbuhkan sektor ekonomi dalam sebuah negara.

“Inilah yang dinamakan tingkat investasi publik. Langkah ini tentu sangat membantu perekonomian masyarakat secara proporsional serta mampu meningkatkan kemampuan teknologi,” dikatakannya.

Kebutuhan akan investasi juga tetap harus dipenuhi secara baik tanpa merusak kesinambungan fiskal. Lebih dari itu, lanjut Hari, langkah itu diperlukan untuk meningkatkan tata kelola investasi infrastruktur dan nilai mata uang.

“Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dari Kementan dan Bappenas dalam mengajukan proposal program FFPr (Food for Progress) senilai USD 10-12 juta secara on time melalui pihak ketiga, baik NGO, universitas, maupun asosiasi terkait bidang hortikultura untuk diserahkan kepada USDA paling lambat 15 Mei 2019,” tuturnya.

BACA JUGA  Membanggakan! Anak Penjual Mainan ini Dapat Nilai 100 Di Semua Mapel UN SMA