Membanggakan! Anak Penjual Mainan ini Dapat Nilai 100 Di Semua Mapel UN SMA

by
Berita Solo   107 views

Ananda Hafidh Rifai, Siswa SMAN 4 Surakarta, berhasil meraih nilai Ujian Nasional (UN) dengan nilai sempurna. Ananda Hafidh Rifai memperoleh nilai 100 untuk empat mata pelajaran.

Hafidh terlihat sebagai sosok yang pendiam, saatberbicara suaranya terdengar pelan . Ananda Hafidh Rifai pun nampak malu-malu ketika diberi selamat oleh guru.

Anak Penjual Mainan di Solo Dapat 100 di Semua Mapel UN SMA

Anak dengan tinggi badan 160 cm ini mengaku hanya memiliki bobot 35 kilogram. Namun siapa menyangka bahwa siswa kelas XII A6 itu mampu meraih nilai UN 100 untuk masing-masing mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris Dan Fisika

Ananda Hafidh sendiri pun tidak menyangka bakal meraih nilai ujian tersebut. Bahkan Ananda Hafidh memprediksi hanya akan memperoleh nilai sekitar 80-an.

Meskipun ada soal-soal ujian yang ragu jawabnya, terutama mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tidak disangka, ternyata Ananda dapat nilai 100.Hal itu tidak pernah ditargetnya sebelumnya.

Dalam keseharian belajarnya, Siswa yang berasal dari Wirogunan RT 02 RW 03, Kartasura, Sukoharjo ini mengaku tidaklah memiliki cara khusus. Dia hanya memperbanyak latihan mengerjakan soal-soal UN. Ananda menggunakan waktu longgarnya untuk belajar, dan itu adalah biasa saja.

BACA JUGA  Benarkah Menangis Dari Jam 7 Sampai 10 Malam Bikin Rammping

Ananda Hafidh adalah seorang anak yatim . Ayahnya (Ahmad Kusnanto) meninggal dunia saat Ananda Hafidh duduk di bangku kelas tiga SMP. Sedangkan ibunya, Supadmi, kesehariannya bekerja sebagai penjual mainan di depan SD di kawasan Kartasura.

“Selama ini ibu yang membiayai sekolah saya dan adik-adik saya. Pakde juga membantu,” kata anak pertama dari empat bersaudara itu.

Kini Ananda hafidh sudah lolos ke Jurusan Teknik Elektro Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta melalui jalur undangan bagi siswa berprestasi atau SNMPTN. Dia juga mengikuti program bidikmisi sehingga tidak perlu khawatir mengenai biaya pendidikan selama kuliah.

“Semoga dengan ini bisa membantu ibu saya, mengangkat derajat keluarga. Pesan ibu, saya kan anak pertama laki-laki, jadi harus bisa menjadi harapan keluarga,” ujar Ananda Hafidh.